|
 | pendapat ane | May 28, 2008 |
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Ba'da Tahmid dan Shalawat' Langsung saja nggih! Kasus seperti itu memang sering kali terjadi. mungkin sudah menjadi semacam virus yang amat sulit diberantas, bahkan ternyata sangat membutuhkan banyak sekali energi qt, yang seharusnya bisa digunakan untuk memikirkan urusan dakwah yang lebih urgen tingkatannya. Permasalahan ini tentunya sudah menyangkut masalah hati. Tak bisa dipungkiri usia-usia 20-an merupakan usia yang sangat rentan dan mungkin memang saatnya paling bergejolak dalam kehidupan seseorang. Proses-proses pencarian jati diri, proses perencanaan hidup dan lain sebagainya. Perasaan "cinta" adalah fitrah yang pastinya setiap insan memilikinya. Kita tidak bisa menyalahkan kenapa ia datang. Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita memanaje perasaan yang muncul itu, sehingga tidak menjadi penyakit hati yang bisa mengotori hati kita. Bukankah hati adalah cermin yang paling jujur? jangan sampai ia terkotori debu-debu yang bisa menutupinya.Kemudian dalam kaitannya perasaan cinta yang bersemi antara dua insan inipun adalah fitrah manusia. tidak terlepas ia seorang laki-laki/perempuan biasa, ia seorang lulusan pondok, ia seorang lulusan perguruan tinggi ternama, ia seorang aktivis, atau bahkan ia seorang pengangguran. Permasalahan sebenarnya adalah pada Bagaimana cara yang benar dalam menyikapi perasaan cinta yang muncul? syahwat kah yang lebih dominan ataukah ia mampu menjaganya? sehingga perasaan cintanya yang timbul semata-mata karena rasa Cintanya yang amat tinggi kepada Sang Khalik untuk senantiasa mengharap cinta dan Ridho-Nya.Disini Kepahaman dia terhadap agama seharusnya bisa menjadi "polisi" yang senantiasa dalam keadaan siaga dalam menjaga hatinya. Satu hal yang sangat disayangkan adalah bila ia seorang yang ternyata dipandang cukup paham terhadap apa yang ia pegang (agama Islam) namun dalam tataran pelaksanaan dia belum bisa sesuai seperti yang telah disyariatkan oleh agama. Benar ternyata bila syetan itu adalah teramat licik. Ia paham kalau pacaran itu dilarang oleh Agama...Dan janganlah kamu mendekati zina...( al ayah), namun ia tetap melakukannya. Ternyata kepahaman terhadap agama belumlah cukup hingga ia benar-benar berkomitmen untuk melaksanakannya dan istiqomah tentunya. peran kita sebagai saudara memang hanya sebatas 'menyampaikan', menasehati dan mengingatkan. jika dengan itu sikap saudara kita belum juga berubah maka doakanlah ia, agar Allah senantiasa memberikan petunjukNya kepada kita semua. kemudian dalam kasus teman antum, coba sampaikanlah kepada sang Ikhwan, atau coba antum bercerita kepada teman si Akhwat untuk mengingatkannya, karena kalau antum yang mengingatkan akhwatnya langsung, takutnya justru ada fitnah-fitnah yang tidak diinginkan. atau coba hubungi murobbi dan murobbiyah kedua belah pihak untuk mengingatkannya. tentunya beliau lebih bisa memahami karakter orang tersebut dari pada kita. mungkin ini yang bisa saya tawarkan, afwan bila belum menjawab dan menjadi solusi. dan saya berlindung kepada Allah agar apa yang saya ucapkan juga bisa saya laksanakan. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. Teriring salam untuk adik-adik dan rekan-rekan seperjuangan saya di LPSDM BIC. KEEP ISTIQOMAH ya...  |  | Guestbook | |
 |  |  |
|
|